Ada Kampung Teknologi di Depok, Seperti Apa?

DEPOK – Kampung Teknologi Foundation (KTF) pertama kali dibentuk pada 12 Oktober 2009, yang memiliki visi mengurangi kesenjangan teknologi digital bagi masyarakat Indonesia. Di KTF, anak-anak dapat mengerjakan tugas sekolah tanpa harus ke warnet atau rental komputer karena tidak semua rumah memiliki komputer ataupun koneksi internet dan printer.

Demikian dijelaskan Harijanto saat depokpos berkesempatan menyambangi Kampung Teknologi Foundation yang beralamat di Kampung Areman RT 01/05 Jalan Kamboja No 17C, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Selasa (3/5).

“Sarana komputer dan lainnya yang dimiliki KTF biasa digunakan oleh masyarakat secara gratis,” tegas pria yang akrab disapa Mas Adjie ini.

Pada perkembangannya, KTF juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial secara gratis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya, hal ini didukung penuh oleh para donatur dan kerjasama baik dari kalangan korporasi maupun swadaya masyarakat.

Adjie menambahkan bahwa saat ini bahkan anak-anak saja mengerjakan tugas sekolah sudah menggunakan komputer dan internet, apalagi pelaku bisnis. Di era yang serba digital, pelaku bisnis harus siap dengan pasar digital, salah satunya dengan memberdayakan pemasaran online.

“Program KTF adalah membuat training-training untuk mahasiswa, pelajar, masyarakat dan para pelaku UKM, inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya UKM Belimbing sebagai wadah pelaku UKM memasarkan produk mereka secara online,” tutur Adjie.

Di Kampung Teknologi ini, masyarakat dari segala usia bisa mampir dan menggunakan sarana komputer dan internet secara gratis. Adjie menjelaskan biasanya pada sore hari banyak anak-anak dan pemuda usia pelajar yang datang dan menggunakan fasilitas gratis tersebut.

“Biasanya agak sore banyak anak-anak sekolah yang kesini, dari mana saja. Kebanyakan mereka mengerjakan tugas sekolah,” tutur Adjie.

Adjie sendiri mengakui dirinya sudah diminta untuk mendirikan KTF dibeberapa wilayah lainnya.

“Banyak permintaan untuk kami mendirikan KTF di tempat lain, dan itu memang sudah kami wacanakan. Namun kami ingin memastikan di sini berhasil dulu. Dalam arti, meskipun non profit, bisa disokong oleh bisnis supaya tetap berjalan,” tutup penggagas UKM Belimbing ini. (san)

diwartakan oleh Depok Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *